Menurut Kantor Berita ABNA, Hujjatul Islam Kazem Sedighi dalam khutbah bagian pertamanya pekan ini di Tehran menyinggung perundingan nuklir Iran dan Kelompok 5+1, dan usulan Barat untuk menginspeksi pusat-pusat militer serta keamanan Iran.
Ia menuturkan, “Keinginan untuk mengakses dengan bebas setiap tempat yang mereka inginkan, bertentangan dengan undang-undang, dan Iran tidak akan pernah menerima usulan semacam itu.”
Khatib Jumat Tehran menjelaskan, “Garis utama Iran ditentukan oleh Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar, dan setiap yang bertentangan dengan pandangan beliau, tidak akan diterima.”
Sedighi menegaskan bahwa ilmu nuklir adalah investasi besar rakyat Iran dan faktor penyebab tumbuhnya perekonomian negara. “Kegunaan ilmu ini di sektor farmasi, energi dan pertanian, akan memutus ketergantungan Iran dari pihak asing,” ujarnya.
Terkait urgensi menjaga hak-hak nuklir Iran, Sedighi menerangkan, “Para perunding nuklir Iran yang mendapat dukungan Rahbar dan rakyat, harus bekerja keras untuk kemuliaan rakyat Iran.”
Ia melanjutkan, “Penambahan sanksi baru atas Iran, itupun setelah kesepakatan nuklir Iran dan Kelompok 5+1, membuktikan aksi penipuan yang dilakukan Amerika Serikat dalam proses perundingan.”
Khatib Jumat Tehran juga menilai dirusaknya keamanan negara-negara kawasan seperti Irak, Libya dan Yaman sebagai target penting Amerika dan mengatakan, “Dengan berbagai alasan dan paksaan, Barat sedang berusaha menguasai sumber-sumber milik negara kawasan.”
Di akhir khutbahnya, Sedighi menegaskan berlanjutnya dukungan Iran atas Suriah dan Irak dalam menghadapi kelompok-kelompok teroris seperti ISIS.
“Perang melawan kelompok-kelompok ini membutuhkan kerja sama seluruh negara,” pungkasnya. (IRIB)